Tema: Bika Bogor Talubi Lembutnya Menggoda

Di Indonesia ada beragam kuliner yang melambangkan kekayaan budaya. Tiap daerah mempunyai kuliner khas dengan ciri-ciri yang unik. Termasuk bika bogor dan lapis talas yang menjadi ikon kota hujan. Tak lengkap rasanya jika jalan-jalan ke Bogor tanpa berburu talas. Namun, sekarang sepertinya kita harus mencoba berburu talas dalam bentuk olahan yang memanjakan lidah. Talas ini diramu dengan ubi yang memberikan cita rasa khas Bogor. Siapa bilang talas dan ubi itu kampungan dan tidak enak? Belum coba Bika Bogor Talubi sih.

Seperti apa sih mahakarya kuliner Indonesia khas Bogor ini? Yuk, intip.

Bika Bogor dan Lapis Talubi Original Sumber: www.facebook.com/bikabogor

Bagi sebagian orang, mendengar kata “bika” pastilah pikiran langsung menuju ke makanan khas Medan, yaitu bika Ambon. Lain dulu lain sekarang. Jika dulu orang makan talas secara tradisional seperti direbus, dikukus, dan dibakar saja, sekarang kita bisa menikmati talas dalam bentuk bika dan lapis yang legit. Dengan sentuhan kreativitas, taro alias talas sudah bukan lagi makanan orang ndeso dan layak menjadi ikon kuliner kota. Tentunya rasa dan penampilan dapat ‘didandani’ agar semakin ca’em dan bernilai jual tinggi.

Profil Talas: Selayang Pandang

Talas adalah umbi-umbian yang identik dengan Bogor karena tanaman ini biasa tumbuh di pekarangan masyarakat Bogor. Talas sudah menjadi makanan rakyat sejak zaman purba. Bahkan, talas sudah akrab di lidah orang Nusantara sebelum budidaya padi. Sebagai tanaman pangan berbasis karbohidrat, talas berperan penting dalam diversifikasi pangan. Predikatnya sebagai tanaman perenial alias tanaman yang selalu tumbuh sepanjang tahun tanpa kenal musim, talas juga dapat digunakan sebagai penyangga pangan kala paceklik. Pastinya, talas cocok banget dijadikan makanan pokok.

Kebun Talas Sumber: Screenshoot Doeloe Sekarang Trans TV 25/11/2016

Umbi Talas Bogor Sumber: http://hellobogor.com/berburu-talas-bogor/

Talas tumbuh menyebar mulai dari pinggir pantai hingga pegunungan, baik liar maupun ditanam. Melimpahnya panen talas merupakan peluang bisnis menggiurkan bagi yang mampu menangkapnya. Sebagai satu-satunya bika pertama di Bogor, Bika Bogor Talubi mengolah talas menjadi kue ungu yang menjadi oleh-oleh khas Bogor. Tentunya bika ini hanya bisa kita dapatkan di Bika Bogor Talubi. Lalu, dari manakah warna ungu itu berasal? Mengapa olahan talas berwarna ungu sedangkan umbinya berwarna putih gading? Ternyata, warna ungu talas ini terinspirasi dari warna tangkai daun talas. Jarang-jarang kan ada makanan berwarna ungu. Tentunya warna yang menarik semakin membuat lidah para pecinta kuliner penasaran.

Tangkai Daun Talas Sumber: http://www.wikiwand.com/id/Talas

Umbi-umbian yang bernama Latin Colocasia esculenta ini telah mengakar kuat dalam kuliner Nusantara, terutama kuliner Bogor. Saking merakyatnya dengan budaya kita sampai ada pribahasa yang menggunakan daun talas. Tentunya masih ingat dong dengan pelajaran bahasa Indonesia pas di SD dulu. “Bagai air di daun talas” begitulah bunyi pribahasa yang melambangkan pendirian orang yang tidak tetap. Layaknya air di daun talas, orang yang tak punya pendirian akan terombang-ambing hingga akhirnya jatuh ke tanah mengikuti bentuk daun talas yang menurun.

Bagai Air di Daun Talas: Daun Tak Bisa Basah Karena Air Tak Menyatu dengan Daun Sumber: Screenshoot Doeloe Sekarang Trans TV 25/11/2016

Bahkan, pribahasa tersebut pernah dijadikan judul lagu pop Melayu yang ngetop di tahun 1998-1999. Ini disebabkan daun talas yang tak bisa menyatu dengan air karena ada lapisan kutikula berupa lapisan lilin yang terbuat dari asam lemak. Wajar kan jika “bagai air di daun talas” juga berarti sesuatu yang tak mungkin menyatu. Persis seperti lagu cinta tak berbalas yang dilantunkan oleh Kirey.

Eits, jangan salah. Biar daun talas mengandung lilin, 85% tanaman talas dapat dimakan. Kandungan energi yang tinggi, vitamin dan mineral yang cukup membuat talas layak dijadikan makanan pendamping ASI (MP-ASI). Bahkan, talas juga dapat dijadikan makanan ternak, obat, dan pewarna alami.

Mengintip Kepulan Asap Dapur Bika Bogor Talubi

Dapur mengepul menandakan adanya aktivitas yang membuka kehidupan. Denyut nadi kehidupan masih berdetak. Itulah yang terjadi tiap pagi di dapur Bika Bogor Talubi.

Proses pembuatan bika Bogor memang tak sederhana, tapi bukan berarti bika Bogor sulit dibuat. Ada dua adonan yang harus dibuat agar tercipta bika Bogor yang berkualitas jempol. Umbi talas Bogor yang langsung diambil dari petani talas dipotong-potong. Umbi talas dimanfaatkan secara langsung oleh Talubi sehingga harus dicuci dengan air garam. Penggaraman ini dilakukan untuk menghilangkan kalsium oksalat yang dapat membuat alergi pada mulut dan kerongkongan. Setelah itu, kukus talas yang sudah dicuci hingga lunak.

Selain talas, bika bogor dibuat dari tepung sagu, gula pasir, kuning telur, dan santan. Empat bahan ini yang akan dicampur untuk membuat adonan bika Bogor. Untuk membuat adonan bika Bogor, talas yang telah dikukus diblender bersama santan. Agar adonan halus, talas disaring untuk memisahkan ampas. Kocok adonan talas bersama kuning telur dan saring lagi agar super lembut. Bukan bika namanya jika tak ada rongga-rongga di kuenya. Rongga-rongga ini tercipta dari ragi yang sebelumnya sudah dicampur air dan dimixer.

Itu baru adonan pertama. Ada adonan kedua yang terdiri atas tepung sagu, adonan talas pertama, dan kuning telur. Kocok terus sambil masukkan gula pasir. Saring dan diamkan selama 2 jam untuk fermentasi. Fermentasi juga dilakukan untuk menurunkan kadar oksalat terlarut. Lalu, beri perasa sesuai dengan rasa yang diinginkan. Hijau untuk coco pandan dan ungu untuk talas.

Baru deh masukkan cetakan untuk dipanggang. Lamanya bisa sejam untuk bika besar. Untuk bika mini tentu lebih cepat dari itu. Bika Bogor yang matang ditandai dengan atasnya mengeras dan sudah bergelembung. Namun, tetap harus dipanggang di atasnya selama dua menit agar matangnya sempurna.

Pastinya, tak hanya bahan baku yang alami dan bergizi saja yang membuat makanan itu sehat. Proses pembuatan kue yang higienis harus menjadi pertimbangan penting bagi konsumen untuk menjatuhkan pilihannya. Proses pembuatan kue Talubi telah memenuhi standar kebersihan proses produksi di pabrik. Bika Bogor Talubi telah mendapat jaminan keamanan pangan BPOM dan sertifikat halal dari Majlis Ulama Indonesia (MUI).

Proses Pembuatan Bika Bogor Talubi Sumber: www.facebook.com/bikabogor

Layaknya manusia, jika ingin berkualitas dan keren ya harus mau digembleng. Begitu pula dengan resep masakan. Jika ingin mendapatkan kue dengan tekstur lembut dan rasa yang istimewa, tentu ada proses panjang yang penuh perjuangan. Untuk menciptakan mahakarya kuliner yang luar biasa memang harus totalitas. 🙂 🙂 🙂

Dengan menggunakan bahan alami yang diproduksi secara modern, wajar saja bika Bogor menjadi ikon kota Bogor dan menjadi salah satu oleh-oleh primadona bagi wisatawan. Jauh-jauh ke Bogor rugi rasanya jika tak sempat mampir ke Bika Bogor Talubi. Atau mungkin sebagai warga Bogor asli, tak elok jika tak pernah mencicipi kuliner kota kelahiran.

Pelayanan di Salah Satu Toko Bika Bogor Talubi Sumber: www.facebook.com/bikabogor

Keunikan dan Keistimewaan Bika Bogor Talubi

Pernah gak sih terpikir mengapa Bika Bogor Talubi yang baru berdiri pada tahun 2014 bisa sampai buka tiga toko di kota Bogor? Baru dua tahun loh, sejak tahun 2014 hingga tahun 2016 ketika saya menulis artikel ini. Apa yang membuat masyarakat begitu percaya dengan kue berbahan baku talas dan ubi ini?

Sesuai dengan namanya, Bika Bogor Talubi adalah kue berbahan dasar talas dan ubi. Bika Bogor Talubi tak hanya menyajikan bika Bogor, tetapi juga lapis Bogor yang terkenal legit dan donat Talubi yang lezat. Beda dengan bika Ambon yang terbuat dari daun jeruk, kunyit, sereh, dan putih telur. Bika Bogor ini terbuat dari talas dan ubi yang membuat legitnya berbeda dan bertekstur lembut. Jadi, kita tak akan merasa enek jika mengkonsumsi Bika Bogor Talubi dalam jumlah besar.

Bika bogor ini tidak mengandung pengawet, sehingga hanya bertahan empat hari dalam suhu ruang. Rasa yang memanjakan lidah, variasi rasa yang banyak, dan harga yang ramah di kantong membuat Bika Bogor Talubi sangat sayang untuk dilewatkan.

Apa saja variasi rasa Bika Bogor Talubi? Yuk, ceki-ceki!

 

Bika talas terbuat dari talas, bika ubi terbuat dari ubi, bika coco pandan itu campuran talas dan ubi, sedangkan donat Talubi berbahan baku ubi madu yang menjadi ciri khas Talubi. Khusus untuk donat Talubi, ada lebih banyak varian rasa dibanding kue Talubi yang lain. Beberapa diantaranya seperti cokelat, cokelat stroberi, tiramisu, dan oreo. Inilah yang membuat Bika Bogor Talubi ini unik dan istimewa. Hanya di Bika Bogor Talubi kita bisa menemukan bika, lapis, brownies, dan donat dengan ragam variasi rasa yang membuat kita bingung memilih.

Daaaannn….

Ada produk baru Bika Bogor Talubi dengan lima varian rasa yang HANYA ada di outlet Puncak.

Pia Puncak Talubi Harga sekitar Rp 30.000-32.000

Sesuai dengan lokasi di mana pia ini ditemukan, Pia Puncak memiliki lima varian rasa, diantaranya Pia Ubi Cokelat, Pia Ubi Keju, Pia Ubi Kacang Ijo, Pia Talas, dan Pia Peuyeum.

Pun, tak ketinggalan Lapis Puncak Special Peuyeum yang sedapnya tak ada bandingnya.

Lapis Puncak Special Peuyeum Harga Rp 29.000

Masih ragu untuk menjadikan Bika Bogor Talubi sebagai hadiah dan oleh-oleh? Testimoni merupakan bukti bahwa suatu produk dicintai dan dipuja oleh pelanggannya. Lalu, apa kata mereka tentang Bika Bogor Talubi?

Artis Gracia Indri @14graciaz

A Rachman Z Fernández @manzfdez

Kalau ada yang bilang pelayanan di Bika Bogor Talubi itu ramah, saya 100% setuju. Pelayanan yang ramah dan sabar walaupun pertanyaan pelanggan seringkali repetitif. Tak hanya orang biasa saja yang setia menjadi pelanggan Bika Bogor Talubi, artis ibukota pun tak ketinggalan menjadikan Bika Bogor Talubi sebagai camilan pilihan.

Wewedh Widiia @wewedhwidiia

@pri_afnyta

 

 

Siapa yang gak ngiler dengan kelezatan Bika Bogor Talubi jika banyak pelanggannya memberikan bintang lima? Ini terbukti dari testimoni di instagram @bikabogor dan FB Bikabogor. Review positif dari pelanggan bikin saya tambah yakin dengan kualitas dan rasa Bika Bogor Talubi yang menggoda.

Si Manis Legit Talubi: Camilan Ramah Buat Para Dieters

Gendut adalah kata horor yang membuat perempuan begidik. Terlebih buat freelancer seperti saya yang saban hari duduk di depan laptop, hantu menakutkan buat perempuan pun mengancam. Namun, gendut tak sebatas bentuk tubuh atau berat badan, tetapi juga menyangkut kesehatan. Sementara, gaya hidup sedentari tak bisa dielakkan oleh para freelancer. Jadi, konsumsi pangan yang tepat adalah sesuatu yang mutlak.

Sepenting apa sih konsumsi talas bagi para dieters?

Dilansir dari Direktorat Gizi Depkes RI (1967) yang dikutip oleh Agrobisnis Info, tiap 100 gram talas mengandung:

“Talas memiliki kandungan serat yang cukup banyak hingga 5,3 gram. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan serat sampai 20,5 persen dalam sehari,” ujar Ir. Saptoningsih, MP dari BBPP Lembang.

Talas mengandung rendah lemak dan tinggi serat sehingga baik untuk pencernaan. Makanan berserat membutuhkan waktu yang lama untuk dicerna sehingga membuat kenyang lebih lama. Oleh karena itu, dengan mengkonsumsi talas bermanfaat untuk mencegah kegemukan dan menurunkan level kolesterol jahat (LDL/Low Density Lipoprotein), mencegah kanker, dan baik untuk penderita diabetes.

Sebagai sumber energi, kalori talas berasal dari karbohidrat kompleks yang dikenal sebagai amilosa dan amilopektin. Sumber energi talas lebih besar dibanding sumber energi kentang. Namun, sangat rendah lemak dan protein dibandingkan sereal dan kacang-kacangan.

Lho, apa kalori gak bikin gendut? Baik talas maupun sumber energi lain sama saja. Karbohidrat tidak menyebabkan kenaikan berat badan asal dikonsumsi dalam asupan yang proposional. Begitu pula dengan protein dan lemak.

Itu baru kandungan gizi talas. Bagaimana dengan ubi madu yang menjadi khas Talubi?

Pastinya tak kalah bergizi. Yuk, baca buku nutrisi pangan sampai habis.

Bahan baku kue Talubi ini semuanya 100% Indonesia. Jadi, ga perlu merasa was-was makan kue Talubi ketika Rupiah melemah. Dengan demikian, mengonsumsi Bika Bogor Talubi turut membantu ketahanan pangan nasional dan melestarikan kuliner asli Indonesia.

Pun, diet tak menghalangi untuk menikmati lembutnya Bika Bogor Talubi. Diet juga bisa asyik jika kita memilih camilan yang sehat. Apalagi jika cara makannya menerapkan mindful eating. Apa itu?

Secara literal, mindful eating artinya makan dengan penuh perhatian. Jika kita makan dengan penuh perhatian, kita melakukannya secara perlahan dan fokus pada momen saat itu. Kita benar-benar menikmati tekstur, rasa, aroma, dan warnanya. Apa yang kita dapat?

Kita mendapatkan sensasi dari makanan yang kita kecap. Pun, rasa puas yang tak sekadar rasa kenyang. Dengan makan perlahan, kita memberikan waktu bagi perut untuk menerima sinyal kenyang. Tahukah kamu? Makanan sebaiknya dikunyah 36 kali. Makin lama makanan dikunyah, makin halus dan mempermudah penyerapan nutrisi. Kita pun semakin mudah merasa kenyang karena otak baru menerima sinyal kenyang 20 menit lebih lambat dibanding perut kita.

Makan perlahan, nikmati bersama keluarga, dan pastikan ada Bika Bogor Talubi sebagai pelengkapnya.

Outlet Bika Bogor Talubi

Mendengar kata Bogor, pasti tak asing dengan kata Puncak. Wisata di daerah Cipanas ini terkenal hingga ke mancanegara. Banyak penginapan, hotel, villa, dan resort yang disewakan di sana untuk pengunjung yang ingin menikmati keindahan desa di pegunungan. Mulai dari yang bergaya tradisional hingga modern, ada. Mau sewa untuk meeting dan lokakarya, pastinya tersedia. Di sinilah pertama kalinya Bika Bogor Talubi berdiri, tepatnya di Jl. Raya Gadog Sebelah Vimala Hills (Puncak-Bogor) pada tahun 2014.

Outlet Bika Bogor Talubi: Jl. Raya Gadog Sebelah Vimala Hills (Puncak-Bogor)

Atas banyaknya permintaan Bika Bogor Talubi membuka cabang di Jalan Padjadjaran 20 M Bogor dan Jalan Soleh Iskandar No 18 B Bogor. Penampakan tokonya seperti di bawah ini:

Jl. Padjadjaran 20 M Bogor

Masih tak jauh dari area pegunungan yang indah di desa Gadog, Jalan Padjadjaran merupakan jalan tersibuk di Bogor. Maklum, jalan ini adalah jalan terpanjang di Bogor yang berhubungan langsung dengan dua jalan tol, yaitu tol Jagorawi dan tol Lingkar Luar Bogor. Tak lengkap rasanya jika berwisata ke Bogor tanpa mengunjungi jalan ini karena jalan ini merupakan kawasan bisnis dan wisata yang ramai. Di jalan inilah Kebun Raya Bogor berada, dan outlet Bika Bogor Talubi termasuk salah satunya.

Sssttt… Sekadar info, jalan ini yang membuat Bogor mendapat predikat kota termacet di Indonesia. So, harap sabar ya jika melewati jalan ini.

Jl Soleh Iskandar 18 B Bogor

Outlet Bika Bogor Talubi yang lainnya di Jalan Soleh Iskandar. Jalan Solis – sebutan singkat untuk Jalan Soleh Iskandar – diambil dari nama pejuang kemerdekaan yang berasal dari golongan ulama. Beliau juga berperan dalam pendirian Rumah Sakit Islam dan Universitas Ibnu Khaldun yang berdiri di jalan ini. Berhubung jalan ini mulanya dikenal sebagai Jalan Baru Kemang atau Jalan Baru, tak usah heran jika penduduk sekitar menyebutnya sebagai Jalan Baru. Berbagai pusat perbelanjaan, wisata kuliner, dan perkantoran berjejeran di jalan surga para shopaholic. Rugi jika lewat jalan surga para shopaholic ini dan tak menyempatkan berburu kue di Bika Bogor Talubi. Di jalan ini berjejer perkantoran, pusat perbelanjaan dan wisata kuliner yang tentunya macetnya luar biasa. Bahkan Jalan Solis ini sempat dikenal sebagai jalur maut di Bogor. Untuk mengatasi kejenuhan akibat mobil-mobil yang sedang ber-mannequin challenge, kue Talubi adalah pilihan tepat agar waktu terasa singkat. Yummy! 😉 😉 😉 😉

Selain toko fisik, buat yang tak sempat keluar, Bika Bogor Talubi juga bisa dipesan di:

Nikmati Bika Bogor Talubi dan lestarikan kuliner Indonesia.

Bon Appétite!

Referensi:

http://hellobogor.com/berburu-talas-bogor/

http://www.wikiwand.com/id/Talas

www.facebook.com/bikabogor

http://www.cabi.org/isc/datasheet/17221

http://ntbg.org/plants/plant_details.php?plantid=3155

Doeloe Sekarang Trans TV 25/22/2016 [Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=_GYToRTOi_0&spfreload=10]

Ir. Saptoningsih, MP. 1 Agustus 2013. Membuat Tepung Talas dan Alternatif  Pemanfaatannya. http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/723-membuat-tepung-talas-dan-alternatif-pemanfaatannya Akses 16 Desember 2016.

www.lighthouse-indonesia.com