Kemarin tanggal 19 November adalah kali pertama aku nonton film bareng gratis. Yup! Biasanya aku bayar kalau nonton ke bioskop. Maunya sih nonton semua film yang diputar karena kapan lagi bisa nonton film berkualitas yang konon belum banyak yang punya. Jangankan bajakannya, Youtube saja baru punya trailernya. Acara pemutaran film dan diskusi bersama ini diadakan oleh Institut Français Indonesia (IFI) yang terletak di Jalan Thamrin No. 20. Dekat dengan Stasiun Gondangdia dan Masjid Cut Meutia.

Pertama kali masuk ke sana, aku sempat kaget karena pengamanannya ketat banget. Bahkan, lebih ketat dibanding di bandara. Masuk pertama aku gak tahu kudu lewat mana. Itu tempat asli tertutup banget. Akhirnya aku memberanikan diri masuk lewat pintu sebelah kiri. Benar. Itu pintu masuk.

Setelah melangkahkan kaki ke dalam ruangan, ada beberapa satpam yang jaga dari dalam loket. Aku disuruh ngasih tas untuk diperiksa dan disensor pakai metal detector apakah aku bawa barang berbahaya atau tidak. Entah mengapa ketat begini apa karena sempat ada aksi terorisme di Sarinah dan kebetulan IFI tepat berada di depan Sarinah. Aku ikuti saja instruksi mereka dan setelah proses pemeriksaan selesai, pintu masuk ke area IFI dibuka dari dalam loket. Canggih ya. *Atau aku yang memang norak.* Untuk ukuran tempat les bahasa Prancis, sistem keamanan di situ sangat ketat.

 

 

Akhirnya aku masuk ke dalam gedung IFI. Gedung IFI gak terlalu besar.

 

Kang Hasan adalah …