Ada banyak masalah yang melanda negeri seluas Indonesia ini. Di era digital, banyak solusi yang bisa ditawarkan, terutama solusi yang berbasis teknologi. Bagaimana kita bisa menemukan solusi itu dan mengaplikasikannya?

Era digital saat ini sudah sangat berkembang. Infrastruktur untuk mendukung era digital pun sudah tersedia. Pada awalnya, semua sangat terbatas, namun kemudian menyadari bahwa kebutuhan akan infrastruktur sangat mendesak. Mulai dari jaringan internet hingga fintech (financial technology) yang mendukung para pegiat dunia digital untuk berkreasi. Mengingat bahwa masih banyak problem yang ada di masyarakat, pegiat digital pun harus semakin berkreasi untuk membuat solusi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Kreasi digital memunculkan solusi untuk memecahkan banyak persoalan yang ada di masyarakat. Hal itu pun menunjukkan bahwa adanya perubahan perilaku dalam masyarakat untuk melakukan aktivitasnya. Tidak dapat dibendung lagi bahwa masyarakat kini sudah banyak berhubungan dengan internet. Selain akses untuk media sosial, banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan tanpa harus berpindah tempat. Sebagai contoh, untuk belanja, kini tidak perlu harus jalan-jalan ke toko, cukup akses dengan ponsel, setiap orang bisa belanja online.

Menurut survei Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII)  hingga tahun 2016 ada 132.7 juta orang dari 132,7 juta orang Indonesia telah terhubung ke internet. Adapun total penduduk Indonesia sendiri sebanyak 256,2 juta orang. Artinya sudah lebih dari setengah penduduk Indonesia sudah bisa mengakses internet. Salah satu yang membuat mengatrol penggunaan internet adalah mudahnya mendapatkan smartphone.

Gaya hidup yang banyak terhubung dengan internet ini yang memicu cikal bakal lahirnya startup. Seperti halnya startup yang membangun aplikasi voucher diskon yaitu Dealoka.

Penasaran dengan cara kerja Dealoka yang bisa memberi diskon untukmu?

Saatnya bebaskan dirimu dari kenangan mantan derita tanggal tua bersama Dealoka.

Cara Seru Pake Dealoka: Baca Aturan Pakai

Selengkapnya bisa tonton video berikut ini:

Mengapa kita butuh Dealoka?

Kali ini saya akan cerita pengalaman saya menanggulangi Sindrom Tanggal Tua (Old Date Syndrom). Seperti apa kisah boke’ saya sebelum kenal Dealoka?

Efisiensi adalah kata wajib yang harus ada di kamus anak kos. Paham iritology kudu dipake dalam setiap lini kehidupan. Sayangnya, zaman saya kuliah belum ada aplikasi Dealoka. Adanya kebaikan mas Agus, pemilik warung di gang yang mau ngasih saya harga miring setelah tau saya masih ngekos. Jadi, saya gak perlu baca menu dari kanan ke kiri seperti baca tulisan Arab. Jika sudah begini, pasti mi instan yang jadi pelarian terakhir. Yang pernah ngerasain jadi anak kos yang hidup jauh dari orangtua pasti setuju.

Inilah penampakan dompet ketika tanggal tua. Dompet sudah menjadi saudara kembar kopiah.

Dompet Kosong
Sumber: Kekitaan.com

Kopiah
Sumber: Muslimihsan.com

Brother from another mother 😛

Mirip banget, kan? 😉

Agar tak terus2an dihantui di tanggal tua, paham iritology kudu dijadikan landasan hidup. Gak mau juga kan tiap tanggal tua selalu identik dengan kata boke? Salah atur duit, tanggal tua akan semakin terasa menyeramkan.

Krisis tanggal tua sudah menjadi tradisi layaknya Jakarta yang disambangi banjir tiap tahun. Kehabisan uang di tengah bulan sudah menjadi lingkaran setan yang sulit sekali dipecahkan. Kerap saya meminta uang tambahan 500 ribu di sekitar tanggal 20-an.

“Ambil saja dari jatah uang bulan depan. Jadi nanti Bapak kirim sisanya,” ujarku tiap kali keuangan sedang sekarat di penghujung bulan.

Dan begitulah seterusnya kebiasaan itu berlangsung.

Hingga akhirnya Bapak yang pengertian menambahkan uang jajan sebesar 500 ribu per bulan karena uang jajan biasanya dirasa tak cukup. Bukan tak cukup, lebih tepatnya aku tak mampu atur duit.

Frustrasi akibat dompet yang selalu membuat hati miris, saya mulai googling bagaimana cara atur duit yang benar agar saya tak selalu sengsara di akhir bulan. Bukan trik menabung yang saya dapat, justru pengalaman pengguna kaskus yang bikin saya melongo.

“Sebelumnya ane ga pernah kebayang nih gan cuma dengan satu apps di Android, ane bisa nonton gratis di Blitz, nyemil Baskin Robbins 10.000, pulang-pulang makan di Wendys paket lengkap juga bayar 10.000. Awalnya ga percaya waktu dibilang ini apps tanpa syarat apapun, sampai akhirnya download dan buktiin sendiri.”

Begitulah bunyi ulasan pelanggan yang saya baca langsung di thread kaskus.

Sampai di sini rasa penasaran saya semakin menggebu. Ada cara unik di era digital untuk tetap makan enak di tengah derita tanggal tua. Untuk menyiasati tanggal tua, tak hanya bisa dilakukan dengan menabung.

“Hemat pangkal kaya.”

Ditambah lagi dengan nasihat orang tua di masa lalu:

“Jika ada uang sisa belanja, uangnya ditabung.”

Hampir semua anak Indonesia mendengar nasihat di atas. Itu adalah nasihat klasik orangtua zaman dahulu.

Nasihat pertama? Bolehlah.

Nasihat kedua? Hati-hati. Itu berbahaya.

Jika nasihat kedua diterpakan dalam kehidupan sehari-hari, artinya kita menabung dari hasil sisa. Otomatis sisa hidup akan kita jalani dengan hasil sisa kehidupan yang lalu. Getir!

Sayangnya, tanpa sadar nasihat tersebut sudah terekam di alam bawah sadar. Apa yang kita dengar berulang-ulang, akan kita anggap benar, dan akhrinya menjadi pola. Akhirnya, itu menjadi kebiasaan dan keyakinan yang salah.

 

Gimana mau nabung, jika memang tak ada uang sisa belanja. 🙂

Saya biasa sekali belanja untuk sebulan. Sayangnya, seringkali saya belanja jika memang lapar dan kehabisan stok makanan. Belanja saat lapar bisa bikin kita kebablasan. Maklum, lagi lapar pikirannya gimana perut kenyang dan gak perlu keluar lagi buat cari makan. Tentunya ini bisa bikin kita lepas kontrol atas belanja. Uang meluncur deras keluar tanpa sadar.

Uang sisa belanja? Ludes tak bersisa.

Tentunya agar saya tak hidup dari hasil sisa, saya kudu menabung tepat setelah mendapat uang demi menyingkirkan keboke’an yang betah mencengkram.

Selama uang di dompet masih ada, selama itu pula ada napsu untuk hura-hura. Buat pemburu diskon seperti saya, diskon adalah alasan jitu untuk mengeluarkan uang. Akhirnya, kita didorong oleh keinginan, BUKAN kebutuhan.

Saya selalu berpikir kapan lagi ada diskon segila ini?

Tapi setelah dipikir-pikir, kapan ada bulan di Indonesia yang tak ada tanggal merahnya?

Mari berhitung!

Januari – diskon awal tahun

Februari – diskon Hari Kasih Sayang (Valentine), Imlek

Maret – diskon White Day

April – diskon Kartini

Mei-Juni – diskon libur sekolah

Juli – diskon back to school

Agustus – diskon Hari Kemerdekaan

September – (kosong)

Oktober – diskon Sumpah Pemuda

November – diskon menjelang Natal

Desember – diskon akhir tahun, Natal, Harbolnas

Hitungan di atas hanya gambaran, tidak fixed. Lebaran Idul Fithri dan Idul Adha yang tak mengikuti kalender Masehi. Belum termasuk diskon hari ulang tahun toko, hari ulang tahun kita, dan cuci gudang.

Lama-lama saya kudu realistis biar ga hidup dari hasil sisa. Realistis, jangan melulu menuruti keinginan. Itu sama saja napsu dan gak ada habisnya.

Jelajah pasar atau mall tak salah walau dilakukan di tanggal tua asal konsisten dan disiplin dengan pos pengeluaran yang dibuat. Sekali dilanggar, rusak sudah komitmen untuk berhemat. Selama belanja sesuai dengan aturan dan tak mengambil jatah pos pengeluaran lain, it’s okay.

Dalam rangka menggemukkan pundi-pundi tabungan, komitmen untuk berhemat dan efisien tak boleh dilanggar. Berkat kebaikan Mas Agus, saya jadi bisa berhemat seirit mungkin agar bisa panen tabungan di tanggal tua. Namun, saya tetap tak bisa mengandalkan kebaikan Mas Agus terus-terusan. Sungkan.

Akhirnya, Dealoka yang menjadi penolong kebutuhan harian saya. Dengan voucher diskon Dealoka, saya bisa banyak menghemat uang. Untungnya pake Dealoka sama seperti keuntungan menabung dan berhemat. Persenan diskon bisa saya tabung tiap kali transaksi.

Gak sempet booking pesawat? Takut kehabisan tiket nonton di bioskop? Atau kehabisan pulsa dan hari udah malam? Dealoka mengerti banget kebutuhan saya. Dealoka tahu mana tempat terdekat tanpa harus bawa peta atau bertanya dengan orang di jalan.

Kapan lagi hidupmu bisa lebih mudah, seru, dan anti bokek dengan voucher diskon Dealoka?

Gak bangkrut tuh usaha klo diskon mulu?

Justru di sini kerennya Dealoka. Dealoka mampu menggaet merchant yang ingin mempromosikan produknya terutama bagi merchant Usaha Kecil Mikro (UKM). Ada buanyak merchant yang terdaftar untuk mempromosikan produknya melalui Dealoka sehingga tak perlu kehabisan diskon. Dengan demikian, aplikasi Dealoka tak hanya seru untuk para pemburu diskon saja, pun untuk para merchant. Merchant akan menawarkan diskon ke konsumen yang suka dengan produknya.

Dealoka dilengkapi dengan realtime monitor yang tersentral sehingga tahu penawaran diskon mana saja yang sudah dipakai lengkap dengan hari, jam, dsb. Dengan begini, merchant bisa memantau perilaku pelanggan dan mengukur target penjualan. Penjual bisa track dan record melalui klik dan validasi. Juga, bisa melihat hari apa saja yang paling laris. Selain itu, penjual bisa push ke orang yang sesuai dengan produk dia dan track ke pelanggan sehingga bisa mempelajari pelanggan.

Toko daring (online) dan luring (offline) juga bisa mempromosikan produknya dengan menawarkan pada Dealoka. Semakin mudah produk dijangkau oleh pengguna smartphone, semakin besar peluang untuk laris. Masih ingat dengan kakek penjual nasi uduk di Pertamina Maritime Training Center? Berkat promosi Hafizah Sari, warung kakek tersebut laris manis karena dipromosikan di media sosial. Seperti itu peran Dealoka untuk menjembatani merchant dan user agar merchant dikenal melalui aplikasi kupon yang diunduh.

Kenapa aku yakin Dealoka bisa membuatmu anti bokek?

Suasana akhir bulan seringkali bikin hari kita jadi sumpek. Melihat tagihan yang menumpuk kayak cucian di keranjang laundry, tugas yang membanjir, dan uang bulanan yang semakin menipis plus status anak kos semakin menambah getirnya kehidupan di tanggal tua.

Kalau sudah begini, mie instan langsung ambil peran. Mie instan seringkali diidentikkan dengan makanan anak kos. Simple, bisa ganjal perut, dan terjangkau. Tak heran kala akhir bulan menjelang, makanan yang satu ini menjadi incaran.

Sumber: http://www.irawatihamid.com/2016/05/cerita-tanggal-tua-si-anak-kost.html

Ada hikmah tersembunyi di balik the power of kepepet. Saya seringkali menemukan bakat terpendam dan kreativitas yang lama tidur panjang. Ketika sedang boke’, saya sering berhalusinasi. Melihat yang tidak-tidak, mengkhayal yang bukan-bukan. Di sinilah saya bak seniman yang mempunyai segudang imajinasi yang luar biasa. Tepatnya, imajinasi yang luar biasa miris. :p

Sumber: 1cak.com

Rasa-rasanya tak hanya saya saja yang mengalami ini.

Meme di atas membuktikan bahwa ada banyak orang di luar sana yang senasib dengan saya. Bahkan, yang lebih pedih banyak.

Tapi inget, kawan.

Di saat akhir bulan kita sedang bokek, akan ada awal bulan yang menjelang. Namun sekarang tak perlu menunggu tanggal kembali muda untuk merasakan hidup tanpa khawatir dengan deretan angka.

Bagi penggemar masakan Korea, ada yang hot di SamWon Express.

Dengan harga Dealoka, 1 porsi Bulgogi Setmenu + 1 porsi Kimchi Bokkeumbap yang harga normalnya Rp. 93.000 bisa takluk dengan uang Rp. 56.000 dan sudah termasuk pajak.

Buat yang pengen mencari alternatif fitsa hats, ada pizza di Dimyltee Mozza Tavern yang cukup dengan doku 20 ribuan. Buy 1 get 1 free lagi! Dengan topping yang unik, kamu bisa memilih menu Sunny Side Pizza, Tuna Pizza, ataupun Happy Mushroom Pizza. Tentunya tak hanya pizza yang tersedia di sana, Dimyltee Mozza Tavern juga punya menu baked rice, pasta, dan sandwich yang tidak kalah enak.

Tanggal tua tak melulu diisi dengan mie instan yang kurang bergizi. Makan enak dan bergizi tak selamanya bikin bokek. Dengan Dealoka, bye-bye derita tanggal tua.

Sehemat dan seasyik apa sih kamu jika menggunakan aplikasi Dealoka? Simak video berikut ini:

Promo Produk & Review Pelanggan

Suatu produk jika mengena di hati pengguna akan meninggalkan jejak. Begitu pula dengan aplikasi Dealoka yang sudah diunduh oleh lebih dari 100.000 pengguna. Budi P. Kartono (2015) dalam bukunya Brand Genius: Bagaimana Merk Anda Dicintai dan Dipuja membeberkan beberapa tanda suatu produk yang dipuja. Ulasan (review) adalah salah satunya. Pengguna sebagai evangelist alias penyebar berita memberikan komentarnya mengenai aplikasi yang dicobanya. Tak lupa dengan masukan membangun agar aplikasi kian hari kian ciamik. Ya iya dong. Konsumen sampe mau-maunya memberi komentar dan masukan kalo gak karena uda kepincut dengan aplikasi Dealoka. Seperti apa Dealoka di mata para user?

  1. Food & Beverage

Buat yang pengen ngadat makan Shabu-shabu atau yang pengen ngicipin Shabu-shabu saatnya pesta pora. *eh* *bukan narkoba*

Sichuan Palace adalah bandar Shabu-shabu yang terkenal dengan Shabu-shabu asli Cina ini menawarkan promo 85% hingga 26 Maret 2017. Dua set Shabu-shabu untuk makan berdua yang normalnya Rp 932.000 bisa takluk dengan harga Dealoka sebesar Rp 139.000

Tak hanya rasa pedas saja yang akan membuatmu kelenger, polisi temanmu akan curiga karena kamu bolak-balik ke Sichuan Palace yang bikin kecanduan. Testimoni dari pengguna di bawah sudah membuktikannya. Shabu-shabu emang bikin candu!

  1. Top-up Pulsa

Mana ada di tempat lain yang bisa beli plus dapat bonus ma’em. Di Dealoka, gak cuma hapemu saja yang kenyang, empunya juga bisa kenyang dengan voucher makan senilai Rp 35.000.

Pulsa seharga Rp 100.000 ya bayarnya tetap Rp 100.000 tanpa biaya tambahan.

Pastikan kamu seperti users di bawah yang sudah merasakan serunya beli pulsa di Dealoka. Isi pulsamu, isi perutmu 😉

  1. Beauty & Relaxation

Konon untuk cantik mesti punya duit banyak. Yang ngomong kayak gt pasti belum pernah pakai aplikasi Dealoka.

Udah promo 88%, gratis voucher dari Manyar Dental Care Surabaya lagi. Mumpung masih musim liburan, sikat langsung penawaran yang berlaku hingga 28 Februari 2017.

Paket 1:
1x Pembersihan Karang Gigi + Gratis Voucher Potongan Kawat Gigi Rp.1.500.000,-
Harga Normal : Rp. 400.000,-
Harga Dealoka: Rp. 49.000,- Nett

Paket 2:
2x Pembersihan Karang Gigi + Gratis Voucher Potongan Veneer Digi Rp.1.000.000,- + Gratis Voucher Potongan Kawat Gigi Rp.1.500.000,-
Harga Normal : Rp. 800.000,-
Harga Dealoka: Rp. 95.000,- Nett

FYI, harga Veneer Gigi Rp. 4.000.000,- dan Harga Kawat Gigi Rp. 5.000.000,-

Diskon yang super generous!

Untuk bisa eksis di tanggal tua, tak perlu menunggu tanggal kembali muda. Kamu bisa unjuk gigi dan tampil cling hanya dengan modis alias modal diskon.

Memanjakan diri tak harus mahal, bukan? Lihat apa kata mereka 🙂

  1. Fun & Activities

Buat singer wannabe atau yang sekadar hobi, olah suaramu dan kepekaan nada di Ayu Ting Ting Karaoke. Itung-itung merekatkan hubungan dengan keluarga atau sahabat, liburanmu akan jadi momen spesial dan memorable.

Dengan diskon 60%, kamu bisa mengajak 4 orang sahabatmu untuk karaokean 2 jam full hanya dengan kocek 50 ribu. Berting-ting ria bisa semakin seru dengan 1 Pitcher Ice Tea dan 1 Porsi Tempe Mendoan hanya dengan nambah 30 ribu.

Mumpung masih liburan, buruan serbu karena promo ini hanya berlaku hingga 21 Februari 2017.

Penasaran dengan serunya berting-ting ria di Ayu Ting Ting Karaoke? Cek, testimoni berikut:

  1. Products & Services

Pecinta mobil yang rela begadang berjam-jam mantengin balapan Moto GP pasti sayang sama mobilnya. Sayang banget beli mobil mahal-mahal dan gak dirawat. Selain demi ketahanan mobilmu, juga buat ngecengin si doi. Gak mau kan ceweknya uda dandan cantik, eh jadi luntur semua gegara mobilmu yang pajero (= panas jobo jero) dan berisik. 😉

Kini saatnya mobilmu dapat perawatan berkelas dengan harga ekonomis. Moto GP mania pasti gak tahan lihat harga semurah ini. Diskon lebih dari 77% AC mobilmu akan mendapat sentuhan eksklusif dari Setia Karya AC. Setia Karya AC akan merawat AC mobilmu mulai dari penggantian kompresor, kondensor, pengering filter, dan expansion valve hingga membersihkan sisa oli dengan angin bertekanan tinggi (flushing).

Diskonnya yang naujubile, perawatan komplit itu hanya butuh doku sekitar Rp 59.000 – Rp 345.000. 13 Februari 2017 tinggal menghitung hari. Buruan sambangi Setia Karya AC dengan voucher diskon Dealoka.

Jangan cuma Dian saja yang cobain pelayanan Setia Karya AC. Kamu juga 🙂

  1. Special Events

Acara spesial juga menggandeng Dealoka untuk menarik pengunjung. Beberapa acara diantaranya Jungle Festival dan Weekend Bazaar Galaxy Mall. Karena acara-acara tersebut tak selalu ada, tentunya deadline diskon Dealoka sangat mepet. Bahkan, diskon di acara-acara tersebut tak bisa kita dapatkan setiap hari.

Diskon Dealoka di acara-acara seperti ini biasanya karcis gratis atau voucher makanan dan minuman. Seperti apa reviewnya? Tetap mengesankan seperti voucher diskon yang lain. 🙂

  1. E-Commerce Vouchers

Saatnya sempurnakan penampilanmu dengan pusat belanja fashion online terbesar di Indonesia. Zalora memenuhi semua masalah gaya baik pria maupun wanita bersama merk-merk terkemuka lokal dan internasional. Kini Zalora juga memberikan kemudahan ganda dengan menggandeng Dealoka.

Tanpa minimum belanja, kamu bisa mendapatkan diskon 15% untuk fashion favoritmu. Caranya amat mudah. Download aplikasi Lazada dan gunakan kode vouchernya.

Ssstt… Jangan lupa cek tanggal kadaluarsanya 🙂

  1. Token Listrik

Pastikan listrik di rumahmu tetap tersedia agar rumahmu tetap nyala. Token listrik Rp 100.000 seharga Rp 102.500 bisa kamu dapatkan plus bonus voucher 7 Eleven sebesar Rp 5.000,-

Tinggal masukkan ID pelanggan dan no meter, token PLN akan otomatis masuk ke dompet Dealoka kamu. D-credit kamu akan otomatis terpotong.

Mengingat token listrik ini belum menjamur, begitu pula voucher diskonnya. Selalu cek masa berlaku dan diskon yang ada ya… 🙂

  1. Game Voucher

Aplikasi sejuta diskon ini juga peduli gamers. Berhubung diskon bukan kebutuhan mutlak, voucher ini tak selalu ada setiap hari. Jadi, tunggu diskon selanjutnya ya…

 

Bener kan? Sana sini memang seru jika kita punya aplikasi Dealoka. 😉

Lebih Dekat dengan Dealoka

Kita selalu dapat SMS, email, banners, flyers yang isinya diskon yang belum tentu kita suka. Diskon tersebut selain tak tepat sasaran, juga datang di saat yang tepat kala kita tak membutuhkannya. Belum lagi, biaya pembuatan voucher promosi, biaya operasional, dan distribusi. Itu pun belum tentu dipake. Mubazir. Tentunya tak ramah bagi kantong dan lingkungan.

Realitas ini menginspirasi tiga anak muda Indonesia untuk membangun platform yang menyediakan diskon sesuai dengan kebutuhan kita. Sidnei Budiman, Kevin Tano, dan Jeff Chin menciptakan konsep marketplace untuk e-voucher yang dikenal sebagai Dealoka yang resmi berdiri pada Juni 2014. Dealoka mendapat investment dari Ideabox yang bagian Indosat. Setelah diinkubasi dan dibimbing oleh Indosat bersama Sky Ventures, Dealoka diberi koneksi (channel) yang bagus dan berpengalaman di bidang mobile business. Plus kantor di Jalan Bendungan Hilir yang menjadi markas besar Dealoka.

Dealoka adalah platform ponsel online to offline (O2O) yang memungkinkan pengguna mengakses dana digital dan membeli komoditas virtual seperti tiket, voucher diskon, tagihan, pemesanan sekaligus mendapatkan poin dari proses transaksi tersebut. Dengan memanfaatkan fungsi smartphone yang semakin meluas, layanan berbasis aplikasi pun berkembang pesat. Salah satu diantaranya usaha rintisan (startup). Dari namanya saja usaha rintisan, pastinya startup dibangun tidak langsung mencari keuntungan besar, namun mencari dan memvalidasi suatu model bisnis yang baru dengan menawarkan solusi atas masalah yang dihadapi pelanggan.

Alasan inilah Dealoka berdiri untuk memberikan solusi atas masalah kita sehari-hari.

Dealoka berasal dari kata deal + lokasi = deal di lokasi. Para deal hunters gak perlu bayar di muka, tinggal booking, tunjukkan e-voucher ke outlet. Staf merchant akan memindai kode QR dan langsung bayar di tempat. Inilah keunikan Dealoka yang membuat bisnis model ini berbeda dibanding daily deals lainnya. Bukan startup namanya jika jiplak. Jika aplikasi yang ditawarkan sama, kita hanya akan terjun ke lautan komoditias bermerk dan tak akan bertahan lama.

Visi Dealoka ingin membantu para pebisnis lokal (UKM) yang ingin mempromosikan produknya. Mereka yang tak bisa pasang iklan di TV atau billboard bisa bekerjasama dengan Dealoka untuk mempromosikan usahanya. Dari komisi merchant, Dealoka mendapat pemasukan. Tujuan pemasaran harga lebih murah ini tidak lain untuk mengenalkan kepada calon pembeli tentang keberadaan produk mereka.

Misi Dealoka menciptakan platform yang sederhana dan mudah dipakai semua orang. Dealoka tak hanya mempromosikan bisnis UKM ini tapi juga membeli pulsa, bayar tagihan, dsb dalam satu aplikasi.

Diskon bejibun, pemakaian mudah dan sederhana membuat Dealoka mendapat respon positif dari pengguna. Dealoka sangat membantu buat mereka yang mencari tempat yang lagi promo dan seru. Dealoka pake geo-location alias GPS, jadi ketika GPS aktif sebelum buka dealoka, dan voucher akan diurutkan ke merchant terdekat.

Diskon Dealoka sifatnya targeted alias memiliki masa berlaku. Sebagai media promosi, ini tidak berlangsung terus-menerus. Setelah promo selesai, harga produk akan kembali ke awal sesuai strategi bisnis dari pemilik produk tadi.

Tetap tenag, guys. Ada ratusan diskon yang bisa kamu temukan di Dealoka setiap harinya. 🙂 🙂 🙂

Download Dealoka sekarang juga dan buktiin sendiri.

Sstt… siap-siap kebanjiran diskon ya.