Dalam rangka #25TahunMembentangKebaikan, Blogger & Media Gathering di Graha Bima Sakti Komplek TNI AU Triloka Blok A Pasar Minggu, Pancoran, Jakarta Selatan (8/05). Pada acara yang diadakan menjelang bulan Ramadhan 1439 H, Dompet Dhuafa mengeluarkan berbagai program Ramadhan seperti Sahabat berbagi Harapan, Parsel Ramadhan, dan Dai Ambassador.

Tentunya tak hanya tiga program itu saja yang akan meramaikan bulan Ramadhan tahun ini. Dompet Dhuafa akan membangun 70 konter layanan donatur di Jabodatabek yang semakin memudahkan para muzakki (pembayar zakat) dalam membayar zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf). Selain di dalam negeri, Dompet Dhuafa juga menyisihkan anggarannya untuk membantu korban tragedi kemanusiaan di berbagai negeri seperti Suriah, Somalia, Palestina, dan Rohingya.

“Kami berterima kasih dan menghargai peran, doa, dan dukungan penuh dari rekan-rekan serta seluruh orang-orang baik di seluruh Indonesia yang membuat Dompet Dhuafa bisa menebar kebermanfaatan dari Sabang sampai Merauke, bahkan ke mancanegara,” ujar Urip Budiarto, GM Resources Mobilization Dompet Dhuafa sekaligus Ketua Ramadhan Dompet Dhuafa 1439 H.

Urip juga mengatakan bahwa Dompet Dhuafa akan mendirikan 75 konter edukasi di pusat perbelanjaan, perkantoran, maupun tempat umum. Juga menggandeng e-commerce agar mendapat beragam kemudahan lainnya.

Dompet Dhuafa sendiri sudah dikukuhkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor 439 Tahun 2001 tentang Pengkuhan Dompet Dhuafa Republika sebagai Lembaga Amil Zakat tingkat nasional.

25 Tahun Bentang Kebaikan Dompet Dhuafa

Kiri-Kanan Urip Budiarto (GM Resources Mobilization DD), Syafi’i El Bantanie (Dir Pendidikan DD), Bambang Suherman (Dir Mobilisasi ZIS), Ikhsan Tarore (Artis & Relawan DD), dr.Reza Romadhoni (Dir. LKC DD), Diana Pratiwi (MC)

“Dengan Zakat, Infak, Wakaf, dan Sodaqoh yang dikoordinasi dengan baik, maka kita bisa menarik satu demi satu gerbong kemiskinan yang menjerat para dhuafa,” kata Bambang, Direktur Resource and Mobilization Dompet Dhuafa.

“Potensi zakat di Indonesia tahun 2017 menurut Baznas sekitar Rp 281 T dan yang bisa terhimpun baru sekitar Rp 5,9 T,” tambah Bambang.

Dana sebesar itu memungkinkan Dompet Dhuafa untuk mengelola dana zakat agar semakin produktif dan membentang seperti pembinaan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan pengabdian masyarakat.

Berkah Bentang Kebaikan Dompet Dhuafa: LKC, Pendidikan, dan Pemberdayaan UKM

  • Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC)
  1. Rezha Romadhoni selaku dokter di Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa berpesan untuk perbanyak konsumsi protein selama bulan puasa, selalu minum air agar tidak kekurangan cairan, dan hindari tidur langsung setelah makan agar tidak maag.

Visi LKC:

Menjadi institut yang mampu mengembangkan program pelayanan kesehatan secara profesional bagi Dhuafa di Indonesia dan seluruh dunia.

Misi LKC:

  1. Mengembangkan sistem pelayanan kesehatan yang berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
  2. Mengembangkan kualitas Sumber Daya Alam (SDM)
  3. Mengembangkan kemitraan dengan  sesama jejaring Dompet Dhuafa dam di luar jejaring Dompet Dhuafa baik Nasional maupun Internasional
  4. Mengembangkan metode pemberdayaa yang berbasis komunitas kesehatan dan menganut pendekatan promotif-kuratif secara holistik

Perjalanannya selama 25 tahun, Dompet Dhuafa mengusung tiga konsep diantaranya memberikan beragam pengalaman, menyajikan rasa kepedulian, dan menyalakan semangat kolaborasi.

“Dompet Dhuafa telah membangun 11 LKC yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia,” ujar dr. Rezha.

Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) adalah layanan kesehatan gratis yang ditujukan untuk kaum yang tidak mampu (dhuafa) dan sudah terverifikasi di bawah naungan Dompet Dhuafa melalui dana ZISWAF.

“BPJS sekarang adalah program yang sudah dijalankan oleh Dompet Dhuafa sejak lama. Dengan program itu, Dompet Dhuafa sudah bisa mendirikan rumah sakit di Parung, Jawa Barat dan Lampung agar masyarakat yang tak mampu bisa mendapatkan layanan kesehatan secara gratis,” terang dr. Rezha.

  • Pendidikan

Direktur Pendidikan Dompet Dhuafa, Syafi’ie El Bantanie, mengatakan bahwa seleksi untuk memasuki pendidikan di Dompet Dhuafa cukup ketat karena banyaknya anak-anak yang ingin bersekolah namun tidak mampu secara ekonomi. Meski demikian, program pendidikan Dompet Dhuafa telah mencetak anak asuh yang berprestasi hingga mampu memasuki universitas negeri favorit melalui jalur undangan.

Program pendidikan binaan Dompat Dhuafa berupa sekolah gratis Smart Ekselensia Indonesia yang dibangun khusus untuk anak dhuafa di seluruh Indonesia. Harapannya, seteleh lulus mereka bisa terjun di masyarakat dan mengangkat perekonomian keluarga. Bukan tidak mungkin jika mereka akan menjadi donatur di Dompet Dhuafa mengingat mereka diasuh oleh Dompet Dhuafa.

Dompet Dhuafa sepenuhnya menyadari pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Untuk itu, Dompet Dhuafa bergerak juga di bidang pendidikan. “Pemerintah tak dapat berjuang sendiri untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia. Butuh sinergi dari berbagai pihak agar peningkatan kualitas pendidikan dapat terwujud. Salah satunya adalah sinergi dari lembaga Filantropi Pendidikan di Indonesia,” pungkas Syafi’ie El Bantani.

  • Pemberdayaan UKM

Dompet Dhuafa membina UKM di seluruh Indonesia dan memasarkannya melalui toko ritel seperti Daya Mart dan De Fresh. Di acara Media & Blogger Gathering pada 8 Mei lalu, Dompet Dhuafa juga memamerkan hasil bumi binaannya seperti kopi, gula, beras, buah-buahan, sayur mayur, camilan, dan lauk pauk.

Salah satu yang menarik perhatian adalah stan kopi Kahaya. Sesuai dengan namanya, Kahaya, kopi ini tumbuh di desa Kahaya, Sulawesi Selatan. Berasal dari bahasa Arab, qahwah yang berarti kopi berubah nama menjadi Kahaya karena lidah masyarakat yang sulit mengucapkan bahasa Arab dengan fasih.

Jodi Iswanto Direktur Karya Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa – budidayadarma.com

Desa ini terpencil, masih dipenuhi kabut di pagi hari, dan harus berjalan kaki naik turun gunung karena tak bisa dilalui kendaraan. Di desa Kahaya, kopi Kahaya hanya seharga Rp 5.000/kg dan sampai di kota Makassar harganya mencapai Rp 80.000/kg. Jarak yang jauh menciptakan ketimpangan informasi yang berujung pada ketimpangan ekonomi. Tak ayal, petani pun jauh dari kata sejahtera. Hal inilah yang mengetuk Dompet Dhuafa untuk memajukan nasib petani kopi Kahaya agar mempunya daya tawar yang lebih tinggi.

Pengolahan Kopi Kahaya dari Bulukumba – budidayadarma.com

Sejauh ini sudah ada 3 jenis kopi yang menjadi pemberdayaan Dompet Dhuafa. Yaitu, Kopi Gayo dari Aceh, Kopi Robusta asal Temanggung, serta Kopi Kahaya dari Bulukamba. Dengan manajemen dan pemasaran yang baik, kopi Kahaya sudah bisa diekspor ke kafe di berbagai daerah. Tentunya rasa kopi Kahaya khas dan gurih seperti kacang membuatnya menonjol di antara kopi lain di Nusantara.

Penyeduhan Metode Pour Over atau V60 – budidayadarma.com

Selain kopi, Dompet Dhuafa juga mempunyai produk unggulan lain, yaitu pepaya Kalina. Pepaya yang dibudidayakan di Subang, Jawa Barat ini bertekstur tebal, manis, tidak berbau. Rasanya jauh lebih enak daripada pepaya California.

Semakin Mudah Berbagi dengan BawaBerkah.org

Bawaberkah.org adalah website Dompet Dhuafa yang memudahkan lembaga sosial, komunitas, dan personal untuk menggalang dana zakat, sedekah, dan wakaf secara online dengan transparan dan terpercaya. Program atau penggalangan dana yang sedang berjalan akan ditampilkan di website bawaberkah.org. Dengan adanya bawaberkah.org, kita tak perlu turun ke jalannan untuk meminta sumbangan. Menggalang dana bisa semakin efektif, transparan, dan efisien dengan kecanggihan teknologi informasi.

Inilah beberapa campaign populer, terbaru, dan yang sudah selesai.

Mengapa BawaBerkah?

Transparan: Setiap campaign yang Anda dukung dikelola oleh yayasan, organisasi dan komunitas terpercaya yang telah diverifikasi oleh BawaBerkah.

Jangkauan Nasional: Anda dapat berdonasi dengan tahapan yang singkat dan berbasis teknologi pembayaran online terbaru yang aman.

Dipercaya: Anda dapat ketahui perkembangan perolehan donasi, jumlah pendukung serta perkembangan terbaru atas program yang dilaksanakan Pemilik Campaign.

Profesional: BawaBerkah memonitor Pemilik Campaign dalam memastikan penggunaan donasi Anda sesuai peruntukan serta menghubungkan dengan Dompet Dhuafa untuk penguatan pelaksanaan program jika dibutuhkan.

Legalitas

Lembaga Amil Zakat Nasional sesuai SK Menteri agama No 239/2016.

dan

Nazhir Wakaf, sesuai SK BWI No 36.74.3.1.00001/2011 (wakaf aset) dan No 3.3.00100/2015 (wakaf uang).

“Ke depannya kami akan melakukan aktivasi-aktivasi di berbagai kota untuk workshop di berbagai kota mengenai perencanaan proyek sosial dan pengelolaan kelembagaan dan juga bagaimana melakukan penggalangan dana secara konservatif. Indonesia tidak pernah kekurangan orang baik dan program baik. Kendalanya orang baik dan program baik ini kadang tidak dibarengi dengan perencanaan dan pendanaan yang mumpuni,” pungkas Urip Budiarto