Tema: Bangga di Banggai

Foto di atas adalah pemandangan Kabupaten Luwuk dari Bukit Inspirasi.

Buat yang tak pernah ke Banggai atau baru mendengar kata Banggai, pasti penasaran di mana letaknya. Sejujurnya, aku sendiri baru mendengar kata Banggai itu dari pemain film sekaligus pemain basket, Denny Sumargo. Sengaja kucari profil dia beberapa tahun yang lalu ketika film 5 cm sedang hit. Sudah rahasia umum jika novelnya mega best-seller pasti filmnya jadi incaran. Terbukti, film 5 cm dianggap sebagai film paling fenomenal di tahun 2012 dan banyak orang tertantang menaklukkan Gunung Semeru.

https://twitter.com/sumargodenny

Setelah nge-google profil Denny Sumargo, aku nemu biografinya yang dinovelkan, Denny Sumargo: Sebuah Catatan Perjalanan Pebasket Nasional karya Agnes Davonar. Sayang, aku belum sempat baca novelnya, hanya resensi dari para blogger di Internet. Di sana dijabarkan keindahan tentang Luwuk Banggai, kampung halaman Denny Sumargo. Juga, kenangan bersama ibunya duduk di tepi pantai yang biru bening sambil minum es kelapa. Dengar nama Luwuk Banggai saja, sudah pasti tempat tersebut terpencil. Yah, minimal jauh dari keramaian dan hingar bingar kota besar yang padat. Dan kota besar yang padat pasti identik dengan persoalan kota yang ruwet. Daerah Indonesia Timur terutama yang pelosok pasti mempesona. Sudah jadi rahasia umum, kawasan Indonesia yang spektakuler adalah Indonesia yang belum berkembang.

Tak kenal, maka tak sayang. Tak tahu, maka tak bangga. Ternyata ada beberapa hal yang membuat kita harus bangga dengan Banggai. Bagaimana cara kita melestarikan kekayaan Banggai? Tentunya, langkah pertama adalah mengenali Banggai lebih dekat.

Pantai Kilo Lima

www.utiket.com

Konon Banggai mempunyai pantai yang indah dan suci itu benar. Bukan hoax!

Belum tercemar meski jaraknya hanya 5 km dari kecamatan Luwuk, nama pantai ini memang disesuaikan dengan jarak pantai ke Luwuk. Ombaknya yang tenang dan kedalamannya yang rendah pas banget buat yang ingin belajar renang atau sekadar bermain air di laut. Biru lautnya yang jernih dan berkilau bikin pecinta snorkeling gelap mata. Itu baru permukaan lautnya saja, bagaimana dengan penampakan di dasar laut? Kamu pasti akan langsung teriak w.o.w!

Bukit Tuntungan

http://www.pictaram.com/media/1320755891284347080_2380421770

Bukit Tuntungan yang terkenal dengan sebutan Bukit Teletubbies berlokasi di Desa Lumpoknyo, Kecamatan Luwuk, Banggai. Tentu kita semua tahu kan dengan serial Teletubbies, film anak dengan empat tokoh utama Tinky Winky, Dipsy, Lala, dan Po. Bukit Teletubbies adalah bukit tempat mereka bermain dan nama tersebut disematkan pada Bukit Tuntungan karena sangat mirip.

Ternyata Bukit Teletubbies memang ada di dunia nyata 🙂 🙂

 

Pulau Tinalapu

http://memoirs-musafir.blogspot.co.id/2013/10/tinalapu-eksotisme-sebuah-pulau-kecil.html

Pulau Tinalapu merupakan pulau mini yang terletak di Teluk Tomini Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai. Karena gersang dan hanya berpasir putih, pulau ini jelas tak berpenghuni dan hanya ditumbuhi beberapa pohon dan semak belukar. Perairannya sebening kaca dan dangkal, sehingga sangat cocok untuk snorkeling. Sayang banget jika bertandang ke Banggai tanpa mampir ke pulau ini. Pemandangan bawah lautnya yang memanjakan mata bisa diakses dengan sampan (boat).

Arus perairannya cukup deras lho. Jadi, kalau mau snorkeling, jangan lupa kaki kataknya ya… 😉 😉

 

Pulau Dua Balantak

http://www.telusurindonesia.com/pulau-dua.html

Pulau Dua Balantak terletak di Desa Kampangar, Kecamatan Balantak, Kabupaten Banggai. Suku Balantak tersebar di empat kecamatan, yaitu Balantak, Balantak Sealatan, Lamala, dan Masama. Suku ini juga mendiami sedikit wilayah di Kecamatan Bualemo.

Untuk mencapai daerah ini, bisa langsung turun di Bandara Syukuran Aminudin Amir di Luwuk, Banggai. *Waduh, Lamongan saja gak punya bandara* *minder*

Jarak Luwuk ke Pulau Dua sekitar 150 km dan memakan waktu sekitar 3 jam perjalanan. Karena memang Luwuk masih belum maju betul, penerangan masih minim sehingga sebaiknya perjalanan dilakukan siang hari.

Melihat perairannya yang sebiru itu, tak usah ditanya soal pemandangan bawah lautnya seperti apa. Laut dan pantainya yang memukau sangat cocok untuk snorkeling, diving, berenang, atau sekadar bermain air. Kalau gak bawa peralatan gimana? Gampang! Penduduk sekitar menyediakan persewaan alat menyelam plus perahu untuk berkeliling Pulau Dua. Ingin bermalam di Pulau Dua? Kenapa tidak? Penduduk di sana juga menyewakan penginapan.

Air Terjun Salodik

http://news.luwukpost.info

Air terjun Salodik terletak di kaki gunung dengan ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Letaknya yang tinggi membuat udara di sekitar cukup sejuk sehingga menjadi salah satu titik wisata favorit di Luwuk, Banggai. Jaraknya 20 km dari Luwuk, tepatnya di Desa Salodik. Layaknya Bogor, konon pemerintah kolonial Belanda pernah menjadikan Salodik sebagai tempat peristirahatan. Jejak bangunan bekas Belanda masih bisa dijumpai di sini.

Seperti yang terlihat di foto, air terjun Salodik mengalir secara bertingkat bagai tangga. Di puncak air terjun, ada gubuk kecil yang pas banget buat nongkrong. Buat pecinta fotografi yang hobi hunting foto, spot ini sangat layak untuk diburu. Airnya yang tampak hijau kebiruan dan udaranya yang adem di area hutan tropis menciptakan suasana yang klop untuk menenangkan pikiran.

Untuk menjangkaunya pun cukup mudah. Desa Salodik terletak tepat di pinggir jalan yang menghubungkan Kecamatan Luwuk dengan Kecamatan Pagimana. Jaraknya sekitar 20 km dan hanya memakan waktu sekitar 45 menit. Tiket masuknya pun super murah, hanya Rp 1.000 saja. Kawasan ini ditumbuhi pohon pinus dan ditetapkan oleh Bupati Banggai Sofhian Mile sebagai kawasan pengembangan hutan wisata. Oleh karena itu, Air Terjun Salodik juga dikenal sebagai Agro Wisata Salodik.

 

Air Terjun Laumarang

Foto oleh @wahyu_2030 – wowshack.com

Seperti yang terlihat di foto, Air Terjun Laumarang berwarna biru. Air terjun Laumarang berada di Desa Bukit Mambual, Luwuk, Banggai. Konon katanya, Laumarang diambil dari nama pria yang membuka lahan dan menemukan air terjun tersebut. Untuk mencapainya, dibutuhkan stamina tinggi karena jalan belum diaspal dan berlumpur. Perjalanan sebaiknya dilakukan dengan motor karena infrastrukturnya yang tidak bersahabat. Gak lihay bawa motor? Jangan ambil risiko! Sesampainya di tujuan, motor bisa dititipkan ke penduduk sekitar.  

Sungai Aliran Air Terjun Laumarang – bukanrastaman.com

Sesampainya di area Air Terjun Laumarang, petualangan belum selesai. Jalur menuju air terjun Laumarang dipenuhi tebing yang curam dan terjal karena areanya masih di wilayah hutan. Hanya bermodal akar pohon untuk menaklukkan terjalnya tebing menuju air terjun. Sisi kanan dan kiri sungai yang berlumut mewajibkan pengunjung untuk ekstra hati-hati agar tak terpeleset.

Dengan ketinggian sekitar 30 m dan lebar 20 m, Air Terjun Laumarang pantas mendapat predikat Raja Air Terjun Luwuk. Airnya yang deras membuat kita basah kuyup tanpa harus berendam di bawahnya. Pastikan bawa kamera underwater untuk mengabadikan pemandangan spektakuler di Luwuk, Banggai.

Tak jauh dari air terjun, ada lahan kosong yang cukup untuk mendirikan 3-4 tenda. Bagi yang memang berjiwa petulang, tak ada salahnya menelusuri hingga ke dalam goa. Ada dua goa di sisi kanan dan kiri air terjun. Biar siang bolong, goa ini masih gelap gulita. Banyak kelelawar berterbangan dan mungkin juga ada makhluk rese’ lain. Namanya tempat eksotis nan terpencil, pasti ada aja makhluk lain di sekitar kita.

Menurut pengalaman blogger yang nekad, di dalam goa kanan air terjun ada jalur bercabang seperti tangga menuju beberapa ruangan. Serem banget gak sih ada ruangan di dalam goa? Yup, dan blogger tersebut celananya ditarik oleh makhluk yang tak kasat mata. Kasarnya, dia dilarang masuk ke sana. Bahkan makhluk halus pun punya privasi seperti kita. So, hormati keberadaan mereka layaknya kita yang juga ingin dihormati.

 

Air Terjun Piala

Foto oleh Ayhu Dhey – https://www.facebook.com/Wisata.Luwuk.Banggai.Bangkep.Balut

Air terjun Piala terletak di Desa Hanga-Hanga, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai. Penduduk sekitar menyebutnya Hanga-Hanga Atas. Jaraknya sekitar 2 km dari Kecamatan Luwuk yang masih berdekatan dengan Air Terjun Laumarang. Jadi jangan sampai ketuker ya… 😉

Air Terjun Aus

 

 

Air Terjun Hanga-Hanga

 

 

Makam Raja Mandapar Banggai

 

 

Kemajuan Banggai dan Jurnalisme

 

 

Menjejaki Banggai, Menyastra Hidupkan Aksara

 

 

 

Sumber gambar fitur:

https://syahreza.com/2015/08/19/indahnya-wisata-luwuk-banggai-all-in-one-holiday-2/

Referensi:

Pulau Dua, Tempat dengan Pemandangan yang Sangat Indah dan merupakan Icon Wisata Sulawesi Tengah. http://www.telusurindonesia.com/pulau-dua.html

Air Terjun Salodik. https://www.utiket.com/id/obyek-wisata/luwuk/126-air_terjun_salodik.html

Air Jatuh di Luwuk yang Membuat Jatuh Hati. https://supertama.com/2016/08/29/air-jatuh-di-luwuk-yang-membuat-jatuh-hati/

Banggai Tourism: Surga Tersembunyi di Timur Sulawesi. 15 April 2015. http://news.luwukpost.info/2015/04/15/banggai-tourism-surga-tersembunyi-di-timur-sulawesi.html

Laumarang, Rajanya Air Jatuh di Luwuk. http://mahendradhani.blogspot.co.id/2014/11/laumarang-rajanya-air-jatuh-di-luwuk.html

Laumarang Memikat Hatiku. https://hrcsofware.blogspot.co.id/2016/10/laumarang-memikat-hatiku.html